Kopi Liberika
Kopi Liberika
Kopi Liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dapat tumbuh setinggi 9 meter dari tanah. Di abad-19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang oleh hama penyakit.
Karakteristik
Kopi ini memiliki beberapa karakteristik:
- Ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan kopi Arabika dan Robusta.
- Cabang primer dapat bertahan lebih lama dan dalam satu buku dapat keluar bunga atau buah lebih dari satu kali.
- Agak peka terhadap penyakit HV.
- Kualitas buah relatif rendah.
- Produksi sedang, (4,-5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
- Berbuah sepanjang tahun.
- Ukuran buah tidak merata/tidak seragam
- Tumbuh baik di dataran rendah.
Beberpa varietas kopi Liberika yang pernah didatangkan ke Indonesia antara lain adalah Ardoniana dan Durvei
Kopi Liberika
Kopi Liberika (Coffea Liberica)
Kopi Liberika
Kopi Liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dapat tumbuh setinggi 9 meter dari tanah. Di abad-19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang oleh hama penyakit.
Karakteristik
Kopi ini memiliki beberapa karakteristik:
-
Ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan kopi Arabika dan Robusta.
-
Cabang primer dapat bertahan lebih lama dan dalam satu buku dapat keluar bunga atau buah lebih dari satu kali.
-
Agak peka terhadap penyakit HV.
-
Kualitas buah relatif rendah.
-
Produksi sedang, (4,-5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
-
Berbuah sepanjang tahun.
-
Ukuran buah tidak merata/tidak seragam
- Tumbuh baik di dataran rendah.
Beberpa varietas kopi Liberika yang pernah didatangkan ke Indonesia antara lain adalah Ardoniana dan Durvei
Kopi Hibrida
Golongan Hibrida
Kopi hibrida merupakan keturunan pertama hasil perkawinan antara 2 spesial atau varietas kopi, sehingga mewarisi sifat-sifat unggul kedua induknya. Namun demikian keturunan dari golongan hibrida tersebut sudah tidak mempunyai sifat yang sama dengan induk hibridanya. Oleh karena itu pembiakannya hanya dengan cara vegetatif (stek, sambungan, dan lain-lain. Beberapa sifat kopi hibrida yang sering ditanam bisa dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Beberapa Sifat Kopi Hibrida
|
Jenis Hibrida |
Sifat |
|
Arabika x Liberika
Arabika x Robusta |
|
Kopi Arabika
Kopi Arabika (Coffea arabica)
Beberapa sifat penting Kopi Arabika :
- Daerah yang ketinggiannya antara 700-1700 m dpl dan suhu 16-20� C.
- Daerah yang iklimnya kering atau bulan kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut, yang sesekali mendapat hujan kiriman.
- Umumnya peka terhadap serangan penyakit HV, terutama bila ditanam di dataran rendah atau kurang dari 500 m dpl.
- Rata-rata produksi sedang(4,5-5ku kopi beras/ha/th), tetapi mempunyai harga dan kualitas yang relatif lebih tinggi dari kopi lainnya. Bila dikelola secara intensif produksinya bisa mencapai 15-20 ku/ha/th. Rendemen � 18%.
- Umumnya berbuah sekali dalam setahun.
Beberapa varietas kopi yang termasuk kopi arabika dan banyak diusahakan di Indonesia antara lain; Abesinia, Pasumah, Marago Type dan Congensis. Masing-masing varietas tersebut mempunyai sifat agak berbeda dengan yang lainnya.
Tabel I. Jenis-Jenis Kopi yang termasuk Golongan Arabika :
|
Jenis |
Keterangan |
|
Abesinia |
Bentuk pohon lebih kekar, bisa ditanam di dataran yang lebih rendah, lebih resisten terhadap penyakit HV. |
| Pasumah | Bentuk pohon lebih kekar, agak resisten terhadap penyakit HV. |
| Margo Type | Ukuran buah lebih besar dan kualitas lebih baik. |
| Congensis | Biji berukuran sangat kecil, kurang produktif tetapi resisten terhadap penyakit HV. |
Kopi Robusta
Kopi Robusta (Coffea Robusta)
Beberapa sifat penting kopi robusta :
- Resisten terhadap penyakit HV
- Tumbuh pada ketinggian 400-700 m dpl, tetapi masih toleran pada ketinggian kurang dari 400 m dpl, dengan temperatur 21-24� C
- Daerah yang bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut, dengan 3-4 kali hujan kiriman
- Produksi lebih tinggi daripada kopi arabika dan liberika (rata-rata � 9 – 13 ku kopi beras/ha/th). Dan bila dikelola secara intensif bisa berproduksi 20 ku/ha/th.
- Kualitas buah lebih rendah daripada kopi arabika, tetapi lebih tinggi daripada kopi liberica.
- Rendemen � 22 %
Beberapa varietas yang termasuk kopi robusta antara lain Quillou, Uganda, dan Chanephora dengan sifat-sifat seperti pada Tabel 2.
Tabel 2. Beberapa Jenis Kopi Robusta dan Sifat-sifatnya
|
Varietas |
Sifat |
|
Quillou
Uganda
Canephora |
|
-
Recent
-
Links
-
Archives
- April 2008 (2)
- March 2008 (9)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS