Issue terbaru
PM Belanda Surati PBNU terkait Film “Fitna”
Jakarta (ANTARA News) – Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menyurati Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi terkait kasus film “Fitna” karya anggota Parlemen Belanda Geert Wilder yang diduga melecehkan Al-Quran.
Surat tersebut diantar langsung oleh Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia Alexander Kofmanke ke Kantor PBNU, Jakarta, Rabu.
Kepada wartawan Hasyim menjelaskan, dalam surat itu Balkenende menyatakan bahwa Wilder tidak mewakili Belanda. Konsepsinya tentang Islam sama sekali tidak mewakili pandangan dan kebijakan pemerintah Belanda.
Pemerintah Belanda memahami kekecewaan PBNU bersama sejumlah organisasi keagamaan lain yang tergabung dalam Komunitas Umat Beragama Indonesia (KUBI).
Namun, dalam konstitusi Belanda tidak mungkin untuk melarang pemutaran film yang isinya saja belum diketahui. Jika film tersebut sudah disiarkan, kejaksaan Belanda dapat menginvestigasi apakah ada aspek kriminal dalam film tersebut atau tidak.
“PM Belanda dalam suratnya juga sepakat untuk menghindari adanya kekerasan jika film tersebut benar-benar dirilis di internet, baik di Belanda maupun secara internasional,” katanya.
Hasyim menyatakan akan segera menyebarluaskan surat tersebut pada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia dan Ketua Konferensi Waligeraja Indonesia.
Sebelumnya, terkait film itu KUBI mengirimkan surat ke pemerintah Belanda pada 13 Maret 2008 karena menilai, pemutaran film itu pastinya akan sangat menyakiti perasaan umat Islam dan dapat menciptakan ketegangan baru bagi peradaban dunia, termasuk antara para pemeluk agama.
Karena itu, pemerintah Kerajaan Belanda diharapkan dapat berusaha secara maksimal untuk mencegah pemutaran film dan penyebarannya.(*)
-
Recent
-
Links
-
Archives
- April 2008 (2)
- March 2008 (9)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS